Catherine Jane Carmichael : Ibu yang Bergantung kepada Kristus

Catherine Jane Carmichael : Ibu yang Bergantung kepada Kristus

Catherine Carmichael mengajarkan Amy, putrinya, untuk mengasihi dan mempercayai Allah dalam segala kebutuhannya.

Seorang wanita berkulit putih sedang duduk di antara sekumpulan anak-anak India yang sedang bercakap-cakap. Wanita ini sedang menggendong seorang anak yang belum lama ia selamatkan dari sebuah kuil. Tidak terhitung lagi jumlah anak yang sudah Amy Carmichael selamatkan dari kuil-kuil yang memanfaatkan gadis-gadis kecil itu untuk tujuan pelacuran yang terselubung. Amy Carmichael adalah seorang wanita lajang yang mendedikasikan hidupnya untuk menjadi misionaris di India. Tidak pernah terpikirkan oleh Amy bahwa pengajaran dan pelatihan yang diberikan ibunya semasa ia kecil dapat menjadi hal yang begitu berharga dalam hidupnya.

Ibu Amy bernama Catherine Jane Carmichael. Ia adalah seorang wanita yang menyadari anugerah yang Tuhan berikan kepadanya untuk menjadi seorang ibu. Catherine mendidik dan melatih anak-anaknya agar mereka dapat mengenal, mengasihi, dan melayani Tuhan. Ia tidak mengajarkan hal ini hanya sebagai teori semata-mata, tetapi ia mempraktekkannya bersama anak-anaknya.

Catherine adalah sosok ibu yang begitu mengasihi anak-anaknya, dan tidak pernah berhenti merawat dan mendidik mereka. Ia suka membacakan cerita, bernyanyi, dan bermain bersama ke-tujuh anaknya. Catherine juga adalah sosok ibu yang memiliki relasi pribadi yang dalam dengan Tuhan, ia hidup bergantung pada Tuhan melalui iman dan doa-doanya. Ketika keluarganya memiliki suatu kebutuhan khusus, maka Catherine akan mengajak anak-anaknya untuk berdoa, dan kemudian bersyukur bersama anak-anaknya saat Tuhan menyediakan apa yang mereka butuhkan. Ia juga adalah sosok yang suka menolong orang yang dalam kesulitan dan kekurangan. Tidak jarang Catherine meminta anak-anaknya mengantarkan makanan kepada tetangga mereka yang sakit. Dengan demikian anak-anak Catherine belajar apa artinya hidup beriman dan melayani seperti Kristus.

Tidaklah mudah bagi Catherine ketika dia harus melepaskan anak-anaknya untuk melayani dunia sekeliling mereka, namun usaha Catherine membuahkan hasil yang menakjubkan. Contohnya adalah ketika pada suatu kesempatan, Catherine memberikan ijin kepada Amy saat Amy ingin melayani di sebuah perkampungan kumuh dekat rumah mereka, padahal Amy masih seorang gadis remaja pada saat itu. Bagi ibu-ibu yang lain, mungkin ini adalah hal yang tidak sewajarnya. Namun Amy diberkati Tuhan, gadis-gadis lain yang Tuhan pertemukan dengan Amy dalam pelayanannya itu adalah orang-orang yang haus dan rindu untuk mengenal Kristus, dan mereka mau pergi ke gereja bersama Amy.

Suatu ketika, Amy merasa terpanggil untuk menjadi seorang misionaris ke India. Amy meminta ijin ibunya, ini menjadi saat di mana Catherine harus menghadapi ujian yang terbesar bagi seorang ibu. Namun Catherine bukan hanya memberikan ijin, ia bahkan mencurahkan doa berkat bagi putrinya, katanya “Iya Amy, putriku terkasih. [Allah] telah meminjamkan engkau kepadaku selama bertahun-tahun …. Hatiku hanya dapat mengatakan ‘pergilah’.”

Berangkatlah Amy ke India sambil mengingat semua yang telah diajarkan ibunya kepadanya. Amy mengingat didikan ibunya ketika ia berdoa dalam kesulitan keuangannya di ladang misi. Amy ingat ibunya ketika ia merawat setiap anak yang tinggal bersamanya. Amy ingat ibunya ketika ia harus berjuang melawan penyakit yang menyerang syarafnya dan membuatnya begitu kesakitan serta harus terbaring lemah selama berminggu-minggu. Bahkan ketika orang Kristen lainnya menganggap keputusan Amy untuk tetap tinggal di India sebagai suatu kebodohan, Amy tetap mengingat iman dan bimbingan ibunya, dan hal inilah yang mendorong Amy untuk tetap teguh di dalam Tuhan serta setia dalam panggilannya sebagai seorang misionaris. Iman Catherine telah mempengaruhi Amy dalam membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. 

Matius 28:19-20  

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Seorang ibu yang berpengaruh merawat dan mendidik anak-anaknya serta melepaskan mereka ke dalam pemeliharaan Allah.