Martin Luther: Anak Laki-laki yang Menggoncangkan Gereja

Martin Luther: Anak Laki-laki yang Menggoncangkan Gereja

Monty : Hi, Jason!

Jason : Hi Pak Monty!

Monty : Jason, kamu tau tidak apa yang biasa gereja rayakan pada bulan Oktober?

Jason : ga tau Pak. Ulang tahun gereja?

Monty : Bukan. Setiap bulan Oktober, seluruh gereja Protestan di dunia memperingati hari reformasi.

Jason : Oh iya Jason ingat. Tapi Reformasi apa sih Pak?

Monty : Reformasi adalah suatu gerakan membawa gereja kembali kepada kebenaran Alkitab.

Nah kali ini, kita akan mendengarkan sebuah cerita yang terjadi lebih dari 500 tahun yang lalu, tentang seorang anak laki-laki yang menggoncangkan gereja dan memulai gerakan Reformasi. Apakah Jason mau dengar?

Jason : Mau

Monty : Baik semua duduk dan dengarkan baik-baik ya.

Anak itu Namanya Martin Luther.

Ia lahir pada tahun 1483 di Jerman.

Martin seorang anak yang pintar. Dia suka membaca, menulis, bernyanyi dan berdiskusi tentang banyak hal. Keluarga Martin ingin agar dia menjadi seorang ahli hukum ketika dia besar nanti. Namun, Tuhan mempunyai rencana lain bagi Martin.

Suatu hari dalam perjalanan, badai hebat melanda dan tiba-tiba sebuah sambaran petir hampir mengenai Martin. Dengan gemetar ketakutan, dia berjanji akan menjadi seorang biarawan jika Tuhan selamatkan hidupnya.

Jason : Biarawan itu apa Pak?

Monty : Biarawan adalah orang yang tinggal di biara untuk belajar tentang agama.

Jason : Ow. Trus Martin selamat ga?

Monty : Nah doanya dijawab oleh Tuhan! Dia selamat dan Martin pun menepati janjinya.

Namun, walaupun sudah menjadi biarawan, Martin tetap saja tidak memiliki damai di hatinya; dia tidak yakin bahwa Tuhan mengasihinya. Dia berusaha berdoa lebih lama, berpuasa, dan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berat supaya bisa diterima oleh Tuhan.

Sampai suatu hari, Martin membaca Roma 1:17 yang mengatakan bahwa “Orang benar akan hidup oleh iman”.

Lalu, Tuhan membuka hati Martin dan memberinya karunia iman yang sejati kepada Yesus. Martin menyadari keselamatan bukan karena usaha sendiri, melainkan anugerah dari Tuhan.

Martin sungguh bersukacita.

Pada saat itu, tidak semua orang bisa belajar dan membaca Alkitab. Alkitab hanya ditulis dalam bahasa Latin dan Yunani - bahasa yang hanya dimengerti oleh orang-orang tertentu saja. Jadi, banyak orang tidak sadar kalau gereja mengajarkan hal-hal yang tidak benar. Misalnya, ketika gereja saat itu mengajarkan bahwa pengampunan dosa dapat dibeli dengan uang. Martin menolak ajaran ini. Martin tahu bahwa itu adalah kebohongan. Maka pada tanggal 31 Oktober 1517, dia menulis 95 pernyataan tentang ajaran gereja yang salah dan menempelkannya pada pintu gereja di Wittenberg.

Tok…tok…tok… orang banyakpun mulai berkumpul dan membaca apa yang Martin tulis.

Lalu gemparlah kota itu. Banyak orang yang percaya dengan apa yang Martin tulis. Mata orang mulai terbuka terhadap kebenaran. Tetapi hal ini justru membuat para pemimpin gereja marah besar. Martin dianggap melawan gereja dan dipaksa untuk menarik kembali ajarannya. Tetapi Martin menolak dan dengan tegas menjawab, “Aku tidak akan menarik kembali pernyataanku. Di sini aku berdiri, kiranya Allah menolong aku”.

Pemimpin gerejapun berusaha untuk menangkap Martin. Tetapi Tuhan menyelamatkan Martin melalui teman-temannya yang menyembunyikannya sehingga dia luput dari hukuman. Dalam persembunyian, Martin mulai menerjemahkan Alkitab Perjanjian Baru ke dalam bahasa Jerman. Hasilnya, semakin banyak orang dapat membaca dan mengerti Alkitab dalam bahasa mereka sendiri.

Sejak saat itu, gerakan Reformasi mulai tersebar ke seluruh dunia.

Nah anak-anak,

Sekarang kita bersyukur punya Alkitab dalam bahasa yang bisa kita mengerti. Jangan sia-siakan. Ayo baca Alkitab setiap hari supaya kita kenal Kebenaran dan memiliki iman yang sejati. Kalau tidak baca Firman, kita tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Jadikan Firman yang utama dalam hidup kita. Walaupun sudah pergi ke sekolah minggu sejak kecil, bukan berarti kita sudah diselamatkan. Tetapi kita diselamatkan dan dibenarkan hanya melalui iman dalam Yesus Kristus.

Anak-anak,

Tuhan sudah pakai anak laki-laki yang bernama Martin Luther menjadi Bapa Reformasi Protestan, untuk memulai hal yang luar biasa 500 tahun yang lalu. Tapi bukan berarti reformasi sudah selesai. Tuhan mau kita teruskan semangat reformasi, supaya Injil yang sejati boleh semakin dikenal.

Monty : Jason mau Tuhan pakai seperti Martin Luther?

Jason : mauuu

Monty : Kalau begitu jangan lupa rajin baca Firman dan doa. Anak-anak di rumah juga ya. Kiranya Tuhan boleh pakai hidup kita sejak kecil untuk meneruskan semangat reformasi. Tuhan memberkati

 
Oleh:

Quote of the day

Tidak ada kemuliaan yang lebih besar bagi manusia selain untuk memuliakan Allah.

J. I. Packer