Renungan bagi Kaum Muda: Menganggap Rendah Kekristenan

Renungan bagi Kaum Muda: Menganggap Rendah Kekristenan

Buat apa terlalu serius sama agama? Yang biasa-biasa saja sudah cukup baik, kok. Pergi ke gereja pada saat moment-moment besar seperti Paskah dan Natal sudah membuat kita satu level lebih baik daripada orang-orang Kristen lainnya yang tidak pergi ke gereja sama sekali. Jangan terlalu fanatik, deh!

Pemikiran-pemikiran seperti ini banyak diadopsi oleh orang-orang yang mengakui diri pengikut Kristus. Perhatikan beberapa alasan mengapa hal ini terjadi:

  1. JC. Ryle dalam bukunya mengatakan ada kemerosotan yang signifikan di dalam ketertarikan orang-orang muda untuk mendedikasikan waktu dan tenaganya dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya agamawi. Berapa banyak anak muda yang mengaku Kristen yang masih taat membaca Alkitab setiap hari? Berapa banyak yang ikut kelas Pendalaman Alkitab, apalagi datang ke Persekutuan Doa? Tragisnya, tidak banyak anak muda yang mengerti tentang alat-alat anugerah ini! Anak-anak muda saat ini cenderung merasa malu kalau dirinya terlihat terlalu suci karena itu adalah hal yang dilihat tidak normal bagi generasi muda saat ini. Iblis dengan semua keahliannya berusaha untuk membuat kita jauh dari hal-hal rohani yang membantu kita untuk semakin membenci dosa dan secara tidak langsung iblis membuat kita tidak menghargai keselamatan di dalam Kristus.
  1. Adanya sikap tidak hormat dan ketidakpercayaan terhadap Firman Tuhan. Ini semua dilandasi oleh sikap acuh tak acuh dimana Firman Tuhan dilihat sebagai sesuatu yang tidak harus dijunjung tinggi. Dalam 2 Timotius 3:16, “Segala tulisan yangdiilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Terlalu banyak orang yang mengaku pengikut Kristus, tapi hidup tanpa ada rasa takut akan Tuhan. Hal ini bisa dilihat dari cara mereka berbicara, bertindak, dan berpikir. Banyak anak muda menolak dan tidak mau taat kepada apa yang tertulis di dalam Alkitab karena Firman Tuhan di dalamnya menghukum perilaku mereka. Jauh di lubuk hati yang paling dalam mereka tahu bahwa Alkitab adalah saksi yang melawan dosa-dosa mereka. Firman-Nya membongkar semua kebobrokan hati yang terdalam dari seseorang.

Alkitab dilihat sebagai buku yang kurang penting dalam kehidupan anak muda dan tidak terlalu ada relevansinya dengan era ini. Banyak anak muda yang terlalu malas untuk membaca Alkitab. Alasan umumnya adalah karena terlalu susah untuk dimengerti. Ini adalah tipuan iblis yang sangat halus, tapi ujungnya adalah kehancuran. Masalah sebenarnya bukan pada hakekat Alkitab yang sulit dimengerti, tetapi hati manusia lebih menyukai hal-hal yang dunia tawarkan. Nonton youtube sampai berjam-jam atau membaca komik berhari-hari - anehnya kita tidak merasa bosan saat melakukan hal-hal ini - tapi baru baca beberapa pasal di Alkitab saja kita sudah bikin kita ngantuk. Dosa ini tidak terlihat terlalu serius kalau dilihat dari permukaan, namun pelan tapi pasti dosa ini mengarahkan rasio dan afeksi kita untuk semakin serupa dengan dunia yang berdosa ini. 

Jangan ikuti jalan dunia ini karena ujung jalannya adalah keterpisahan dari Allah. Jalan yang paling membahagiakan dan yang paling menyenangkan adalah jalan ketaatan di dalam Kristus. Biarlah hati kita boleh bertobat dan terus-menerus dimurnikan, agar hidup Kristiani kita tidak merendahkan pribadi Kristus dan kebenaran-Nya.

Oleh: NJ

Oleh:

Quote of the day

Tidak ada kemuliaan yang lebih besar bagi manusia selain untuk memuliakan Allah.

J. I. Packer